Orang berilmu dan beradap tidak akan diam dikampung halaman

Tinggalkan negrimu dan merantaulah kenegri orang

Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan

Berlelah-lelahlah,manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

 

Aku melihat air menjadi rusak karna diam tertahan

Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

 

Singan jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa

Anak panah jika tidak meninggalkan busur

tak akan kena sasaran

 

jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam

tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

 

biji emas bagaikan tanah biasa sebelum digali

dari tambang

kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa

jika di dalam hutan

                                                                                                                                                                      Imam Syafii
                                                                                                                                                                      (767-820M)

Bersabar dan ikhlaslah dalam setiap

Langkah perbuatan

Terus-meneruslah berbuat baik, ketika

dikampung dan dirantau

jauhilah perbuatan buruk, dan ketahuilah

pelakunya pasti diganjar,di perut bumi

dan diatas bumi

bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi

dalam waktu yang mengalir

sungguh di dalam sabar ada pintu sukses dan impian kan tercapai

jangan cari kemuliaan di kampung kelaihiranmu

sungguh kemuliaan itu ada pada dalam perantauan

di usia muda

singsingkan lengan baju dan bersungguh-sungguhlah menggapai impian

karna kemuliaan tak akan bisa diraih dengan kemalasan

jangan bersilat kata dengan orang yang tak

mengerti apa yang kaukatakan

karna debat kusir adalah pangkal keburukan

               

diterjemahkan dengan bebas dari syair sayyid ahmad hasyimi.

Syair ini diajarkan pada tahun ke-4 di pondok moderen Gontor,Ponorogo

Dikutip dari Novel karangan A.Fuadi      

Iklan