CSS merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan bahasa pemograman.

Apa yang perlu kita ketahui untuk mempelajari perintah-perintah CSS ?

Untuk mempelajari css sebaiknya  kita perlu memahami kode html atau xhtml.

CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya.CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen.Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.

Fakta & kesimpulan CSS adalah;

  • CSS singkatan dari Cascading Style Sheets
  • Styles mendefinisikan bagaimana menampilkan elemen HTML
  • Styles ditambahkan ke HTML 4.0 untuk memecahkan masalah
  • Style Sheets Eksternal dapat menyimpan banyak pekerjaan
  • Style Sheets Eksternal disimpan dalam file CSS.
  • Telah didukung oleh kebanyakan browser versi terbaru, tetapi tidak didukung oleh browser-browser lama.
  • Lebih fleksibel dalam penempatan posisi layout. Dalam layouting CSS, kita mengenal Z-Index untuk menempatkan objek dalam posisi yang sama.
  • Menjaga HTML dalam penggunaan tag yang minimal, hal ini berpengaruh terhadap ukuran berkas dan kecepatan pengunduhan.
  • Dapat menampilkan konten utama terlebih dahulu, sementara gambar dapat ditampilkan sesudahnya.
  • Penerjemahan CSS setiap browser berbeda, tata letak akan berubah jika dilihat di berbagai browser
  • CSS adalah layouting “Masa Depan” dengan penggabungan bersama XHTML.

Sedangkan untuk menulis perintah css anda bisa menggunakan text editor atau dreamweaver. css sendiri berfungi untuk mengatur  halaman website anda baik berupa pengaturan warna, background gambar, font dan masih banyak lagi, dengan menggunakan css seorang developer web sangat dimudahkan karena tidak perlu lagi melakukan perintah-perintah pengaturan secara manual dengan menulis langsung kode html.

Sejarah CSS

Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian membentuk hubungan ayah-anak (parent-child) pada setiap style. CSS sendiri merupakan sebuah teknologi internet yang direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium atau W3C pada tahun 1996. Setelah CSS distandarisasikan, Internet Explorer dan Netscape melepas browser terbaru mereka yang telah sesuai atau paling tidak hampir mendekati dengan standar CSS.

Versi

Untuk saat ini terdapat tiga versi CSS, yaitu CSS1, CSS2, dan CSS3. CSS1 dikembangkan berpusat pada pemformatan dokumen HTML, CSS2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer, sedangkan CSS3 adalah versi terbaru dari CSS yang mampu melakukan banyak hal dalam desain website. CSS2 mendukung penentuan posisi konten, downloadable, huruf font, tampilan pada tabel /table layout dan media tipe untuk printer. Kehadiran versi CSS yang kedua diharapkan lebih baik dari versi pertama dan kedua.

CSS3 juga dapat melakukan animasi pada halaman website, diantaranya animasi warna hingga animasi 3D. Dengan CSS3 desainer lebih dimudahkan dalam hal kompatibilitas websitenya pada smartphone dengan dukungan fitur baru yakni media query. Selain itu, banyak fitur baru pada CSS3 seperti: multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image, CSS Math, dan CSS Object Model.

Sifat CSS

Ada dua sifat CSS yaitu internal dan eksternal. Jika internal yang dipilih, maka skrip itu dimasukkan secara langsung ke halaman website yang akan didesain.Kalau halaman web yang lain akan didesain dengan model yang sama, maka skrip CSS itu harus dimasukkan lagi ke dalam halaman web yang lain itu.

Sifat yang kedua adalah eksternal di mana skrip CSS dipisahkan dan diletakkan dalam berkas khusus.Nanti, cukup gunakan semacam tautan menuju berkas CSS itu jika halaman web yang didesain akan dibuat seperti model yang ada di skrip tersebut.

Penulisan css pada web dapat dibagi menjadi tiga:

  1. penulisan css internal
  2. penulisan css external.
  3. Penulisan css Inline style.

Penulisan css internal kode css ditulis langsung pada halaman website anda diantara
<head>

</head>

Berikut contoh penulisan css internal yang ditaruh pada file index.html

<html>
<head>
<title> judul web </title>

<style type=text/css> body {     background-color:#999; }    </style> </head> <body> </body> </html>

 Penulisan css secara external kode css disimpan dengan nama file yang berbeda
contoh: pada dreamweaver klik file new–>blank page –>CSS lalu create setelah itu tulis kode dibawah ini;

<style type=text/css> body {     background-color:#999; }    </style>

Anda dapat meyimpan kode dengan extention css. contoh simpan kode diatas dengan nama seting.css

contoh  Penulisan css Inline style.
penulisan ini langsung ditaruh di tag css:

<p style=”color:sienna;margin-left:20px”>This is a paragraph.</p>

Iklan